Teruntuk Aku di Masa Depan
Hai, Clara. Kamu menulis ini ketika kamu sedang dalam keadaan baik-baik saja (meski tidak sepenuhnya baik). Aku tau, saat ini kamu dihinggapi rasa kegelisahan tersendiri, bukan?
Kamu ingin segera lulus, bukan karena kamu benar-benar menyukainya, melainkan kamu ingin segera melakukan apapun yang terhalang oleh kelulusanmu.
Belum lama, kamu melakukan hal yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Ya, kamu tahu? Aku tidak menduga jika kamu akan berusaha menjadi dirimu sendiri. Segalanya. Di mulai dari hal yang paling kecil hingga hal besar, yang bisa saja mengagetkan beberapa orang ketika mereka mengetahuinya.
Kamu juga sempat meributkan arti pertemanan bersama salah seorang teman dekatmu, Dinta. Beberapa bulan sebelumnya, kalian memang sempat meributkan banyak hal, banyak hal, hingga beberapa hal terungkit kembali dan menguji hubungan kalian. Mungkin, seiring berjalannya waktu, ikatan persaudaraan tercipta dengan sendirinya. Namun, hal-hal yang "tidak selalu baik" jua tak luput untuk dihindari. Bukan tak luput, tapi justru "ga afdol" jika tidak ada masa dimana kalian saling memahami satu sama lain.
Bagaimana dengan Marcus? Kamu menyukainya bukan? Hampir setiap topik obrolanmu membahas tentangnya, bahkan bisa-bisa orang terdekatmu sudah bisa menebak apa isi pikiranmu ketika kamu mendekatinya... Ya. "Marcus". Biar kutebak... Dia bukan orang yang sebelumnya kamu duga akan sedekat ini denganmu, 'kan?
Kebersamaan kalian terjadi ketika kalian masing-masing berperan sebagai RM dan J-hope. Entah ya, aku juga tidak tahu pasti apa alasan yang membuat kalian menjadi saling mencinta. Yang aku tahu, saat ini kalian terlihat benar-benar saling menyayangi. Sangat, itu jelas terlihat. Bahkan stranger pun mengetahui kalian dekat jika melihat sg kalian yang saling berbalas.
Kembali pada "kegelisahan". Aku tahu kamu sangat ingin lepas dari sini. Tahu pasti. Kita akan menjalani bersama-sama, tidakkah ku salah? Jangan khawatir atas semua yang telah kamu tuturkan pada orang tuamu.
Masalah sisi spiritual, bagaimana kamu memilih dengan siapa kamu menaruh hati, bukan menjadi topik yang memalukan jika mereka mengetahuinya.
Mereka juga butuh pengakuan darimu untuk memahami anaknya secara penuh.
Jadi, jangan khawatir, kamu. Karena kamu akan selalu aku temani, apapun itu yang kamu lakukan.
Kita lihat waktu yang akan datang. Aku yakin kamu akan berada di keadaan lebih baik dari sebelumnya ketika kamu membaca ini. Percaya lah itu.
I love u, diriku!
Kamu selalu menarik di mataku, kamu selalu menjadi orang yang aku sayang tanpa alasan.
<$BlogCommentBody$>
<$BlogCommentDeleteIcon$><$BlogItemCreate$>